Barisan Pendukung

Barisan pendukung adalah salah satu materi yang menempati urutan penting dalam kebutuhan hidup bersosial masyarakat saat ini. Jaman yang serba kekinian ini tak lagi hanya menempatkan harta, tahta dan “surga dunia” saja sebagai faktor pemikat untuk diperebutkan. Salah satu faktor pendatang baru yang saat ini juga trend untuk diperebutkan adalah, dukungan.

Hampir di setiap sisi kehidupan selalu berlomba-lomba mencari pendukung. Populer atau terkenal saja tidak cukup tanpa bukti nyata bahwa sesorang benar-benar mempunyai pendukung/fans. Sehingga menjadi barisan pendukung adalah sesuatu yang wajar untuk ukuran saat ini. Apa saja bisa didukung. Mulai dari icon, klub, grup, kelompok, tokoh, program, ide, gagasan, opini, comment facebook bahkan sampai status di sosial media bisa di~like (didukung).

Bila di satu sisi, sekelompok orang mati-matian berjuang mendapatkan dukungan, di sisi lainnya sekelompok orang mati-matian membuktikan diri sebagai pendukung. Dan, bila memilih untuk tidak menjadi pendukung, maka bersiaplah kau disebut pembenci (haters). Karena segalanya bisa didukung dan butuh dukungan, maka persoalan tentang bagaimana menjadi seorang pendukung adalah penting dan urgent.

Sobat Amipop yang kreatif dan rupawan/rupawati, relationship antara barisan pendukung dan dukungannya memang adalah hubungan dua arah. Apalah arti selebtwit dan selebgram tanpa jutaan jempolers? Artis ajang pencarian bakat tanpa jutaan jempol yang bergerak mengirim SMS dukungan?. Juga Ronaldo, Messi, Ibrahimovic dan Valentino Rossi tanpa kericuhan sesama kaum penonton berita olah raga? Bahkan, konon di sebuah sinetron impor dari India, setiap aktor/aktris yang tampil ada barisan pendukungnya masing-masing. Meriah deh!

Mengamati kondisi tersebut, maka sebagai manusia muda Indonesia yang juga berhak mendukung apa saja, sudah sepantasnya kita memperhatikan bagaimana kiat-kiat menjadi barisan pendukung yang berkualitas. Sehingga dukungan kita tak hanya berupa kumpulan jempol biru di sudut kiri postingan akun idola saja.

Berikut beberapa hal yang bisa amipop bagikan agar dukunganmu tak bertepuk sebelah tangan, #eh..

Bukan karena kesepian sehingga kemudian anda memutuskan untuk mendukung sesuatu. Dukungan adalah kemauan hati untuk mengikatkan diri dengan sesuatu. Sama halnya dengan pacaran, dukungan pun tak bisa dibenarkan bila alasannya “daripada kesepian”. Mendukung sesuatu karena ingin menjadi sama dengan kebanyakan orang adalah modus paling tidak kreatif menurut hasil musyawarah team Amipop.

Kenalan. Proses awal yang seringkali terlewatkan. Banyak hubungan dukung mendukung terjadi hanya karena jatuh cinta pada lima detik pertama. Sehingga proses pengenalan satu dan lainnya sering terlupa. Hal ini cukup penting, mengingat setiap hal yang kita dukung adalah sangat mewakili isi diri kita yang sebenarnya. Meskipun eranya saat ini adalah “tak kenal maka tak (masalah) sayang” bisa dipastikan yang semacam begitu umurnya tak lebih lama dari obral kartu perdana internet 5 ribu isi 50 giga, mepet kadaluwarsa

Jangan kasihan dijadikan alasan untuk memberi dukungan. Bila rumus kasihan diterapkan, mungkin akan tuntas wabah jomblo di muka bumi ini. Tapi, bukankah jomblo akan lebih dihargai bila cinta dan segala perjuangannya yang akhirnya meluluhkan hati, ketimbang dikasihani dan disantuni? Kasihan adalah kepekaan manusiawi yang sebaiknya sama dengan pertolongan, bukan like dan share apalagi ketik “amin”.

Jangan em el em an, karena dukungan tak bisa di”anak-pinak”kan. Dukungan adalah kerelaan untuk memihakkan diri pada sesuatu. Hubungannya pun sangat personal antara hal yang didukung, dengan masing-masing pendukung, meskipun pendukung-pendukung tersebut banyak dan membentuk kelompok atau barisan. Setiap pendukung sebaiknya mengarahkan dukungannya langsung pada sosok yang didukung. Tidak untuk diwakilkan pada orang yang terlebih dulu mendukung. Jadi, bila memang orang terdekat anda merapat pada barisan anda, pastikan bahwa dia tidak sedang mendukung anda agar terus mendukung apa yang sedang anda dukung. Ruwet sob

Nah, sementara itu dulu yang bisa dibagikan amipop, agar statusmu sebagai barisan pendukung tak hanya sebatas “terdaftar”, melainkan benar-benar superfans. Akhir kata, di samping kesibukan anda mendukung sini dan sana, perlu diingat bahwa akan lebih bermanfaat bila mendukung sebuah klub sepak bola, tanpa menjadi lupa untuk berolah raga.